Jumat, 05 Juli 2019

Day 1 Trip 3 Negara ~Pekanbaru-Dumai~

Sabtu, 15 Juni 2019

Trip kali ini memakai jalur darat, laut dan udara, semua dinikmati sebagai sebuah perjalanan, semuanya baru bagi ane dan sangat menyenangkan, karena meskipun sudah lama tinggal di Pekanbaru, tapi ane belum pernah ke Dumai, hehe

Kemarin sebelum pesen travel, ane telpon bokap, jam berapa bagusnya berangkat, "jam 11 - 12 ga boleh karena hari Sabtu" kata bokap. Dan memang pas banget, travelnya jg bisanya jemput jam 14.00 an.

Jam 14.00 kurang dikit travel jemput ke rumah, ane pilih yang biasa aj, mobilnya L 300, biayanya Rp.120.000 /person, setelah menjemput smua penumpang yang akan ke Dumai, mobil travelnya menuju loket pembayaran di kantor travelnya, semua penumpang membayar di situ.

Mobil travelnya
Full AC😍












Tiket Dumai-Pekanbaru
HP.081372787979
Pekanbaru-Dumai memakan waktu 6 jam karena macet, diperjalanan dari Pekanbaru-Dumai ane mulai cari-cari hotel yang pas untuk nginap, ane cari yang tidak jauh dari pelabuhan, cari hotelnya di Traveloka, sekalian langsung bayar pakai Mobile banking, ane pakai BNI, biar di hotel cepat check in nya. Wah ane was was takut ga diterima di hotelnya bla bla bla, karena ini pertama kalinya pakai Traveloka, pas sampai di hotelnya ternyata cepet check in nya ga sampai 5 menit lgs dapat kamar, tinggal bilang sudah reservasi di Traveloka dan sebutkan nama yang reservasi.

Travel Dumai-Pekanbaru berhenti sekali, di Rumah Makan Elok, ane gunakan untuk solat asar dan makan, ane belum lapar jadi cuma misua yang makan, di RM elok disediakan tempat untuk solat, airnya juga banyak melimpah.


Ane nginap di Mayang Suri Hotel, hotelnya udah tua kayaknya tapi nyaman, yang terpenting buat ane ga jauh dari pelabuhan dan kamar mandi pribadi, enaknya reservasi di Traveloka dapat harga lebih murah, harga di hotelnya untuk yang standar Rp.175.000, ane bayar di Traveloka dapat harga Rp.153.000

Fasilitas Mayang Suri Hotel kamar standar:
- kamar mandi pribadi
- air putih, teh, kopi free di lobby
- handuk, sabun
- pihak hotelnya bisa mencarikan bentor untuk transportasi, kalau ane minta antar ke kantor Dumai Express untuk bayar tiket Ferry Dumai - Malaka, driver bentornya juga bukan yang mata duitan gtu gaes, malahan karena dekat, "seikhlasnya aj" kata drivernya, ane kasih Rp.20.000 udah seneng banget

Sederhana bangetkan
Pintunya 🤭

Kamar standar









Monumen KRI
di Dumai

Jalan depan hotelnya sudah beraspal dan lebar, sampai di hotel naruh tas rangsel, lgs cari makan, tas tempat paspor dan uang ane bawa kemana-mana meskipun pintu dikunci, berjalan sekitar 1 km untuk cari makan, bagi backpacker berjalan 1 km tu udah biasa ya gaes, yang sebelumnya ane ga pernah jalan sejauh itu, tp klo udah backpackeran terasa biasa aj, karena juga sambil menikmati malamnya Dumai, di perjalanan mencari makan malam, ada monumen KRI, bisa untuk spot foto juga. Ane beli ayam penyet dan misua nasi goreng, udah makan, solat n boboks😂, solat magrib terpaksa dijamak sma isya. Sekian hari ini, wallahu a'lam bishowab.

Pengeluaran Day 1

- Hotel = Rp.153.000
- Travel Pku-Dumai = Rp.240.000 ( 2 person )
- Makan di RM Elok= Rp.23.000
- Makan malam ayam penyet + nasi goreng= Rp.25.000

Total. Rp.441.000

Kamis, 04 Juli 2019

Persiapan Trip

Juni 2019

Masih di suasana syawal 2019, kebetulan tahun ini tidak mudik ke Ambarawa, jadi terpikir untuk jalan-jalan bersama suami, karena ngiri juga lihat di tv orang-orang pada liburan, hehe

Lihat tabungan di side money cukuplah untuk liburan, side moneyku dari jualan Tupperware gaes, hehe. Sedikit out of topik, aq masuk Tupperware tahun 2017 bulan 2, aq ada target, keuntungan jualan tupperware harus bisa dimanfaatkan setahun sekali, lebaran 2017 ngembalikan modal, lebaran 2018 belikan misua jam tangan, jam tangannya ori ya gaes meskipun hanya sekelas alexander cristie, trus beliin nyokap mesin cuci, lebaran 2019 untuk Trip 3 Negara deh, dan tidak lupa keluarkan zakatnya ya gaes 2,5% biar sah,hehe

2 hari setelah lebaran Idul Fitri 2019, aq mulai browsing gila-gilaan mengenai negara yang akan kami tuju, dari mulai tiket, transportasi pas di negara tersebut, tempat-tempat wisatanya sampai no bis dari tempat A ke tempat B smua di pelajari, dan trimakasih banget buat para blogger yg sudah sharing pengalamannya yang sangat bermanfaat untuk orang yang mo backpakeran seperti aq, maka dari itu aq juga membuat blog yang mudah-mudahan bermanfaat dan berkah untuk kita semua, amiin.

Pengalaman dari membaca sudah dirasa cukup, mulailah menentukan tanggal yaitu di minggu ke-3 Juni 2019, sudah mulai membanding-bandingkan tiket di beberapa maskapai dan online travel agent, dan jatuhlah pilihan di OTA Traveloka utk hunting tiket pesawat dan hotel, karena mudah dan yang aq suka karena ada kalender harganya, jadi tinggal pilih penerbangan yang paling murah deh, tidak perlu mencari per tanggal.

Sebenernya was was juga mo pakai Traveloka, karena belum pernah sama sekali, tp bismillah ternyata aman tanpa ada kendala sedikitpun, dan yang bikin mudah adalah bisa bayar pakai mobile banking, klo aq pakai M banking BNI, jadi cari tiket semakin mudah pesan lewat hp, bayar juga lewat hp, jadi pas di luar negeri pun reservasi hotel dan cari tiket pesawat juga dengan Traveloka dan bayarnya juga dengan M banking, jadi semakin simple nukerin uang negara yang kita tuju tidak perlu banyak karena tiket pesawat dan hotel udah pakai M banking.

Sebelum beli tiket pesawat teringatlah sama si paspor, walahhh ternyata si paspor 5 bulan lagi habis, masa berlaku paspor kan minimum 6 bulan, alamat ga jadi deh backpackeran, karena minggu ke 5 Juni misua harus sudah di kantor ada penandatanganan lelang dan tidak bisa diwakilkan.

Tanggal 8 Juni 2019/mgg ke-2 Juni, mulai browsing cara perpanjang paspor, ternyata sekarang harus daftar online dulu, tidak bisa tanpa daftar online, kecuali lansia (diatas 60 th) dan difabel, aq download aplikasi imigrasinya namanya "Layanan Paspor Online" warnanya merah, tp aplikasinya lagi error pula lah pusing, kuota antrian masih ada tapi mo daftar ga bisa-bisa, quota habis, aq lihat orang yang nulis review di aplikasi itu kebanyakan marah-marah. Trus browsing lagi, ternyata di MPP (Mall Pelayanan Publik) Pekanbaru, bisa melayani perpanjangan paspor tanpa pakai antrian online.

Senin, 15 Juni 2019, pukul 08.30 sampai di MPP, tadinya mo datang jam 7 biar dapat nomor gtu, tapi takutnya petugasnya pada lagi upacara jadinya jam 8 dari rumah, sampai sana tanya security ternyata antrian sudah habis, "bsok datang lagi aj mbak jam 6 sudah pada ngantri, meskipun bukanya jam 8" kata mbakyu security. Woow amazing...... antrinya dari jam 6, bukanya jam 8😱. Setelah itu iseng-iseng aq ke imigrasi pekanbaru sekalian cari informasi, ternyata benar disitu harus pakai antrian online, dan aplikasi lagi error memang, minta tolong petugas pun tetep ga bisa, ya sudahlah ane pulang. Jam 14.00 iseng-iseng buka aplikasi, ehh bisa ternyata, tapi dapat antrian hari Kamis, ya sudah ikutan ngantri aj deh meskipun males juga kalau hari Kamis mah.

Selasa jam 06.05 udah sampai di MPP, dapat antrian no.16, antrian sendiri gtu, yang paling cepat datang nulis di kertas, kertasnya juga punya dia.... xixixi, yg selanjutnya datang ngikutin aj, ckckck kirain ane no.1, ternyata udah no.16, yang lain datang jam 5 lewat, malahan kata securitynya ada yg sahur disitu, pas puasa kemarin, jadi pada tidur di mobil, walahh tepok jidatlah. Ane udah pasrah aj lah karena yang diambil cuma 15 orang, tapi juga tidak pergi, aq nongkrong aj disitu terus sambil lihat suasana, siapa tau ada yang kurang syarat gtu yang dapat antrian, dan ternyata bener setelah tanya sana sini ada ibu-ibu yang tidak bawa KTP asli, "coba-coba pakai fc KTP siapa tau bisa", katanya, singkat cerita ibu tersebut tidak diizinkan memperpanjang paspor dan antriannya diberikan aq n misua, ibunya punya 4 antrian sama antrian anaknya, anaknya juga gagal perpanjang paspor karena masih di bawah 17 tahun harus pakai KTP orang tua, antrian untuk perpanjang paspor per kepala hitungannya.

Lama juga prosesnya karena jaringan lelet di MPP, kata petugas imigrasinya kalau di kantor imigrasinya sih cepat jaringannya. Oh ya gaes ga boleh pakai baju putih ya, karena latarnya putih, udah selesai semua, langsung bayar di bank BRI yang kebetulan paling sepi, BRI nya juga di MPP itu. Kenapa langsung bayar, biar langsung di proses, karena jadinya paspor baru kita 3 hari kerja setelah pembayaran.

Iseng-iseng hari Jumat ke kantor imigrasi, wa syukurillah udah jadi deh si paspor, paspor suamiku, aq jg yang ambilkan, kalau ngambil bisa diwakilkan.

Pulang dari imigrasi langsung hunting tiket pesawat n hotel di Traveloka, lagi lagi meskipun was was tp aq tetapkan cari di Traveloka, tripnya pindah jalur jadinya karena tiket sudah pada mahal, tadinya mo start dari singapore, berubah start dari dumai, kebetulan misua suka sma sejarah jadi mo ke malaka dulu, mo liat benteng yang di taklukan Sultan Agung ,hehe. Tiket yg pertama di booking tiket pesawat Kuala Lumpur - Don Mueang (Thailand) PP, untuk keberangkatan Senin, 15 Juni 2019, pulang Kamis, 18 Juni 2019, sebelum bayar tu tiket kami booking dulu tiket ferry indomal express via telp, tiket ferry Dumai - Melaka untuk hari Minggu, ga lucu kn nantinya ga jd ke Thailand gara-gara kehabisan tiket ferry, tiketnya one way dewasa Rp.320.000 /person, jadwal keberangkatan jam 09.00, no telpnya (0765) 31398, 37805 HP.0853-7568-0000, nanti kita diminta fotokan paspor, dan untung aq sudah booking tu ferry, krn pas mo bayar di kantornya sana, ada yang mo beli tiket sudah habis gaes. Trus telp travel Pekanbaru-Dumai, keberangkatan Sabtu, 14.00, tiketnya Rp.120.000

Malam persiapkan baju yang mo dibawa, kami bawa tas ransel 2, tas slempang kecil 2, aq dan misua masing-masing bawa 1 ransel, 1 tas kecil, tas kecil utk bawa dokumen dan uang, serta p3k, kemanapun pergi tas kecil tidak boleh ditinggal ya gaes, meskipun hanya keluar hotel sebentar dan pintu hotel juga dikunci. Solatpun tas slempang tetep dipakai, di negeri orang klo ada hal-hal yg tidak diinginkan qta ga bsa protes dan ga ada yang nolong, jadi hati-hati sendiri dan waspada.
Yang aku persiapkan malam itu:
1. Baju
2. Sabun, sampo, odol, sikat gigi, handuk (krn di hotel di luar negeri kadang tidak ngasih handuk, sabun/sampo, odol, sikat gigi, dari pada hati panas dan protes-protes membuat backpaeran qta terganggu, ya sudah bawa aja dari rumah) samponya yang sacshet aj ya, krn cairan lebih dari 100ml tidak boleh dibawa ke pesawat
3. Beli roaming international, belinya di traveloka, kami beli yg TELKOMSEL PROMO ASIA & AUSTRALIA 7 HARI Rp.220.000, beli 1 aj untuk misua, aq pakai hotspotnya misua aj, udah cukup untuk 7 hari, di hotel pakai wifi hotel, dipakainya cuma buka map dan wa dan hal yang penting lainnya, jika memerlukan data yang besar pas di hotel aj pakai wifi hotel
4. Power bank, charger hp, kartu memori, tongsis (tongsis klo diluar negeri ga masalah, tapi dipemeriksaan imigrasi bandara Batam, disita jika masuk bagasi kabin, untungnya kami lgs Pekanbaru tidak transit, jdnya dikembalikan)
5. Obat-obatan
6. Uang asing, uang asing baru kami tukar pas Sabtu pagi, tukar ringgit, bath, sma dollar singapore, kalau di Pekanbaru lebih murah nukar di Toko Mas Gemar, kebetulan bath di situ habis jadi nukar di money changer lain, aq tanya yg ringgit dan dollar singapore, dapatnya lebih sedikit jika di tukar di situ, dibanding dengan Toko Mas Gemar td
7. Si paspor minimum 6 bulan masa berlaku habis, visa ga perlu untuk ke malaysia, Thailand, dan Singapore
8. Botol kosong juga jgn lupa bawa, di tempat-tempat umum bisa ngisi air gratis, dari pada belikan, pas pemeriksaan imigrasi pesawat, botolnya dikosongkan aj, dari pada di sita kn, karena cairal diatas 100 ml tidak diperbolehkan

Sabtu pagi nukar uang asing, cuci piring kotor, titipin isi kulkas di mertua, hehe, kulkasnya di cabut, gas di cabut, dan bismillah otw ke Dumai.

Wallahu'alam bishowab